Tigapuluh Tujuh

1018 Words

Ruang bawah tanah ternyata cukup luas. Banyak sekali alat-alat aneh yang belum pernah Tesa lihat sebelumnya. Namun, sebuah komputer yang diletakkan di salah satu meja menyita perhatiannya. Gadis itu menepuk bahu Sora. "Aku mau lihat komputer itu!" Tunjuknya pada salah satu meja. Sora mengangguk lalu keduanya berjalan ke arah komputer tersebut. Tesa melepas genggaman jemarinya dengan Sora dan memeriksa komputer tersebut. Sepertinya sudah sangat lama tidak digunakan karena terlihat usang. Ia jadi teringat akan kabel yang berantakan di ruangan atas. Gadis itu mencoba mencocokkan jumlah kabel yang tadi sempat ia hitung dengan lubang yang ada di benda berbentuk kotak yang mirip dengan CPU komputer. Ia mengitung dan ternyata pas. Gadis itu tersenyum senang. Sepertinya ia telah memecahkan sat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD