“Daveeeee, aku mau pulaaang!!” Rengek Rae sore itu. Mata birunya bersimbah air mata. Sejak tadi dia tidak hentinya menangis menanti kepulangan Dave dari kantor. “Pulang ke mana, Sayang? Ini rumah kita.” Dave menghampiri Rae yang berbaring miring di kasur. Tangannya mengelus lembut rambut Rae yang segera ditepis Rae dengan kasar. “Jangan sentuh aku! Antarkan aku pulang ke rumah Daddy, sekarang!!” Kembali Rae berteriak. “Sayang, tapi...” “Sekarang, Cromwell!!” Rae bangkit dari tempat tidur, rambutnya acak-acakan. Dia hanya mengenakan kemeja hitam milik Dave yang sangat kebesaran di tubuhnya dengan perut yang mulai membuncit. Sial, bahkan seperti itu pun Rae tampak luar biasa seksi! “Aku mandi dulu ya?” “Sekarang, Dave!! Sekarangggg!!” Dave hanya menarik napas pelan. Sejak hamil,

