Chapter 24

1769 Words

Dave duduk diam di bangku belakang mobilnya. Menyandarkan kepala dan memejamkan mata. Sakit. Itu yang dia rasakan sekarang. Baru kali ini dia merasakan perih yang teramat sangat karena patah hati. Dia ingin menangis, tetapi dia laki-laki. Dan laki-laki tidak menangis walaupun hatinya sakit sekali. Akan tetapi Dave merasa tidak bisa lagi menanggungnya. Bolehkah seorang pria menangis? “Dave!” Dave menoleh dan terkejut saat melihat kepala Rae menyembul dari samping kakinya. “Rae! Ya Tuhan! Apa yang kau lakukan di sini?” Rae menyeringai dan duduk di sampingnya sambil mengembuskan napas lega. “Aku kabur,” jawabnya sambil tersenyum lebar. Mata Dave melebar. Ia tidak menyangka Rae akan melakukan itu. “Untuk apa kau kabur?” “Aku tahu ayahku menolakmu.” Dave menoleh menatap manik biru R

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD