Keith menghela napas sebab Anto tetap mendesak Rachel, lalu melihat gadis itu tampak tersudut dengan sikap keras kepala Anto, pelan dia berjongkok kehadapan Rachel. “Sayang, kamu tenang ya,” diusap sayang wajah Rachel yang sembab karena menangis terus, “Biar aku mengatasi masalah ini.” Imbuhnya meminta Rachel membiarkan dia yang mengatasi masalah hutang gadis malang ini. Rachel menggelengkan kepala dengan pelan, “Tidak Ayang. Ini urusanku.” “Sayang, aku bisa kamu andalkan. Ayo dong nurut, biar kesehatanmu tidak terganggu lagi.” Tak urung air mata Rachel meleleh lagi setelah mendengar perkataan Keith yang begitu tulus ke dia. Dia belum sama sekali mengenal Keith lebih jauh, namun Keith sudah melakukan banyak hal tulus untuknya. “Sudah jangan menangis.” Keith dengan lembut menyeka air

