Kimura berhasil menghempaskan tubuh Rachel di lantai salah satu sudut menara ini, lantas dengannya beringas merobek kemeja yang dikenakan gadis ini. Rachel meronta-ronta sambil menjerit lantang. “Tolong! Tolong!” Jeritan tersebut terasa memekakan telinga Kimura, sehingga pria ini menampar keras wajah gadis malang ini sambil dibentaknya. “Diam! Baiknya kamu menurut, sebab saya segera memberimu kepuasan!” “Anda ini siapa? Sudah gila kah? Saya tidak mengenal anda, kenapa ingin melakukan hal nista itu?” Rachel dengan berani membalas bentakan Kimura sambil berusaha menjauhkan pria itu dari atas tubuh mungilnya ini. Akhirnya dia menendang kemaluan Kimura dengan lututnya. “Akhhh!” Kimura terpekik kesakitan sehingga terlonjak menjauh dari tubuh Rachel, “Perempuan tidak tahu diri!” rutuknya se

