Lilac 36

1046 Words

Gelap. Valmera tidak bisa melihat apa-apa. Tubuhnya pun terasa begitu ringan, bagai melayang di udara. Perempuan itu tengah menyidik-nyidik situasi yang agaknya familier, kala seseorang menyapanya entah dari mana. “Malam, Sayangku.” Angin berhembus kencang, dan pemandangan seketika berubah menjadi terang dan lebih berwarna. Sepertinya pemadangan yang ada cukup indah dan enak untuk dilihat. Valmera tidak memperhatikan keseluruhan, karena fokusnya terambil penuh oleh sosok yang berdiri di depannya. Rambut yang dulu berwarna abu itu, kini telah seratus persen berubah. Menjadi gelap sedikit keunguan. Ia tersenyum lebar berlagak hormat. “Apa yang kau lakukan di dalam pikiranku, Raja Daren?” Valmera bertanya dengan nada tak suka yang begitu kentara. “Tentu saja menemuimu, Sayang. Apalagi?”

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD