Episode 9

2094 Words

Mata Aira perlahan terbuka, sakit di kepalanya masih terasa. Mengedarkan pandangan ke sekelilingnya, Aira dapat melihat ia berada di UKS, mungkin seperti itu lah pikiran Aira saat melihat spanduk dan poster-poster kesehatan di dinding. Aira tak melihat satupun orang di ruangan ini. Hanya ada suara gaduh murid-murid di luar UKS. Keadaannya masih lemah, ntah apa yang terjadi saat ia pingsan tadi. Kemana Lia, masih menjadi pertanyaan hatinya. Lalu siapa yang membopongnya ke sini. Ceklek.... Pintu UKS terbuka lebar. Disana Lia berdiri dengan senyum lebarnya saat melihat Aira telah sadarkan diri. Ia tadi sangat panik melihat sahabatnya itu pingsan. Rasa bersalah menghampirinya, karena dia Aira pingsan. Memaksakan Aira mengingat masalalunya bukanlah hal yang baik. Mendekatkan diri ke ranjang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD