20. Andai Bisa Bukankah cinta tak sekadar kata Meski seringkali di artikan beda Ketika hanya di simpan di dalamdada --- Yuna tersenyum lembut, sebelah tangannya terulur mengusap bahu Kennan lalu menggoyangkannya pelan. Hari sudah beranjak pagi namun Kennan tak kunjung menyibak selimut dan melakukan rutinitas paginya. Harusnya Kennan sudah berangkat ke kantor di jam itu, namun karena selepas subuh Kennan kembali rebah akhirnya malas menggelayuti. "Tuan, sudah jam tujuh. Tidak ke kantor?" tanya Yuna, tak kunjung menghentikan goyangan di bahu Kennan yang lebih mirip usapan lembut. Kennan melenguh. Di balik pejam matanya, dia menahan senyum di bibir. Antara ingin tetap tidur dan mengerjai Yuna yang sejak sepuluh menit lalu duduk di sisi ranjangnya. "Nanti terlambat ke kantor,"

