“Aku pulang!” seru Revana sambil menutup pintu, langkahnya agak terhuyung-huyung. Namun meski begitu, dia tampak sangat ceria dan penuh dengan harapan. Begitu dia masuk, dari dalam Eliona langsung berlari ke arahnya dan memeluknya. Revana langsung menyambut pelukan itu, sementara sosok seorang pria di belakang sana hanya menatap ke arah mereka berdua dengan senyuman. Revana melirik pada Alden sekilas lalu kembali memfokuskan perhatian pada Eliona yang sedang memeluknya. “Ah, apa kau merindukanku, forehead?” kata Revana dengan nada jenaka yang dibalas dengusan oleh Eliona sebelum dia melepaskan pelukannya sendiri. “Kau tidak pulang-pulang selama tiga hari! bahkan tidak menjawab panggilan telepon maupun membalas pesanku. Aku benar-benar cemas dan merindukanmu, Revana!” ungkap Eliona berapi

