Isi kepala Eliona benar-benar kacau dan penuh dengan kabut. Euphoria yang menyelimuti tubuhnya cukup untuk membuatnya kalut. Apalagi saat kedua mata mereka bertemu dan dipenuhi kilatan nafsu yang berselimut. Panggulnya terasa sakit, kedua kaki tergantung tak tentu arah, dan walau pun begitu tidak terlalu buruk. Seluruh tubuhnya bergejolak dengan kepuasan penuh tanpa perlu menuntut. Sakit yang terasa setelah itu hanyalah bagian dari dorongan luar biasa yang menuntunnya pada sang kekasih rahasia yang penuh dengan setiap aksinya penuh dengan daya kejut. Keduanya masih bernapas dengan berat, dan otot-otot ditubuh pun gemetar seluruhnya. Kedua mata Eliona berkedip-kedip tatkala dia mulai tenggelam masuk dalam relung pikirannya. Dia merasa begitu… lengkap. Di sini, ditempat dia berbaring, tub

