Bab 24“Apa maksud kamu berbicara seperti tadi?” Ganiya mendengkus, tidak bisakah mamanya menunggu sampai mereka duduk? Demi apa, bahkan dia dan Bara masih berada di depan pintu. Setidak sabar itulah sang mama ingin memarahinya. Sial! Dia benar-benar malu pada suaminya. Tanpa bercerita pun, dia rasa Bara sudah tahu betapa hancur keluarganya. Salah! Bukan keluarganya yang hancur, tapi dirinya yang seolah tidak pernah dianggap. Apa mamanya tidak bisa sedikit melihat kebaikannya? Bukankah gara-gara kalimatnya tadi, sedikit membuka sifat keluarga Rafly yang memandang sesuatu berdasarkan materi. Memangnya mamanya tidak khawatir hidup Gaitsa jika menjadi bagian keluarga aneh itu? Kenapa sampai detik ini sang mama masih mementingkan ego? Dia melirik Gaitsa yang menunduk seraya memainkan jemari

