Bab 26

1270 Words

Bab 26Makanan di meja seakan tidak menarik minat Ganiya karena sedari tadi perempuan itu sibuk melirik laki-laki di sampingnya. Seseorang yang belum sempat menjawab pertanyaannya tadi akibat ulah bocah perempuan yang tiba-tiba berkata ingin ke kamar mandi. Mau marah juga tidak mungkin. Masak mau marah sama anak kecil? Memalukan! Padahal dia benar-benar penasaran dengan jawaban Bara. Nanti belum tentu keberaniannya akan muncul kembali untuk menanyakan hal itu. Ya, dia takut mendengar jawaban Bara. Bagaimana jika suaminya berkata ingin punya anak? Sementara akibat kenyataan yang diketahuinya tentang sang mama semakin membuat dia takut memiliki anak. “Ganiya nggak suka makanannya?” “Eh?” Saking lamanya melamun, Ganiya tidak sadar jika sedari tadi hanya mengaduk makannya. Ditambah lagi raut

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD