“Enggak kerja?” tanya ibu Anggita yang memasuki kamar putrinya, dia baru saja datang dan membawakan banyak lauk untuk Anggita letakkan di kulkas, sudah rutin melakukan hal tersebut karena Anggita memang hampir tak pernah masak lagi semenjak berpisah dengan Calvin. Ibunya tidak mau lambung Anggita sakit karena makanan siap saji terus, atau terkadang dia memilih tidak makan karena malas memesan makanan. Anggita melihat jam di atas nakas dan menarik selimut. “Aku libur hari ini, Zara sudah boleh pulang, jadi siang nanti aku jemput sekalian antar ke panti,” ucap Anggita. “Sudah sembuh dia? Memang sakit apa?” “Katanya ada infeksi, sudah lebih baik meski harus terus kontrol. Padahal harusnya dia diadopsi bulan ini,” tutur Anggita, rasa kantuknya perlahan hilang, dia pun turun dari ranjan

