Seratus Tiga Puluh Empat

1688 Words

Anggita terus memandangi bayi mungil yang kini menghisap sumber makanannya di hari kedua kelahirannya. Bayi itu memiliki bibir kecil kemerahan. Rambutnya cukup lebat untuk ukuran bayi baru lahir. Kulitnya putih bersih dengan jemari lentik yang sangat lucu. Ibu Anggita datang ke kamar rawat itu dengan membawakan Anggita makanan dan telur rebus untuk tambahan makan putrinya yang baru saja melahirkan. “Tidur?” bisik ibunya karena khawatir membangunkan cucunya. “Iya,” jawab Anggita yang duduk bersandar di ranjang. Tak lama bibir bayinya melepas sumber makanannya itu dan tampak bibir mungil itu mencecap dengan mata terpejam. Lucu sekali. Ibu Anggita mengambil bayi mungil itu dan meletakkan di ranjang bayi dalam kamar tersebut. Ketika pagi sampai sore hari, ibu dan bayi akan berada dalam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD