Sembilan Puluh Sembilan

1583 Words

-Selamat mendapatkan juara penulis cerita terbaik mama. Aku bangga banget sama mama- (Bella) Setelah mereka agak tenang. Calvin menyeka sudut matanya begitu pula dengan Anggita. Bahu Anggita masih sesekali bergerak ketika Anggita terisak. Mereka saling diam dan bersandar di kursi tersebut. “Katanya kamu enggak pernah ke perusahaan?” tanya Calvin. “Ehm, iya. Enggak akan ke sana lagi mungkin.” “Kenapa?” tanya Calvin yang dijawab dengan gelengan kepalanya. “Aku masih menyesal dengan hari itu, seandainya ... .” ucapan Anggita terputus karena Calvin menggenggam jemarinya. “Sudahlah. Itu adalah takdir yang harus kita terima. Rawat perusahaan itu seperti kamu merawat Bella. Perusahaan itu milik kamu, semua akta sudah diganti atas nama kamu, dulu Bella bilang dia senang kamu bisa mewu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD