Seratus Tiga Puluh Tujuh

1636 Words

Pagi ini, rumah dilanda kerepotan yang luar biasa. Pasalnya sejak semalam tadi, Umi dan Ezi pulang ke kampung halaman. Selama sebulan mungkin mereka tak akan kembali karena anak pertama Umi akan menikah. Itu sebabnya Anggita mengurus rumah seorang diri. Sebenarnya Umi sudah meminta Anggita untuk mencari asisten pengganti selama dia pergi, namun Anggita terlalu sibuk untuk mencarinya hingga dia merasa kewalahan. “Bun, lihat kaus kaki sebelah aku enggak?” tanya Shoffia dari arah kamarnya, sementara Anggita menyiapkan sarapan. Raiz yang menghampirinya pun meminta Anggita menuju kamar putrinya, dan dia menggantikan menggoreng frozen food yang bahkan lupa Anggita diamkan di suhu ruang, dan langsung menggorengnya dalam keadaan beku. Anggita membuka pintu kamar putri keduanya, kamar itu tak u

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD