Anggita mendesah kecewa ketika mendapati periode tamu bulanannya tiba. Sesaat kemudian dia menyadari bahwa dia lupa membawa pembalut dari apartmen. Dia bergegas mencari pembalut di tas kerjanya, beruntung dia memiliki satu. Dia segera memakainya dan berniat ke luar untuk membeli. Namun lagi-lagi hujan turun. membuat langkahnya sangat malas. Dia pun menelepon Raiz yang mungkin sudah dalam perjalanan pulang. Baru dering kedua, panggilannya diterima oleh suaminya tersebut. “Mas, kamu di mana?” “Di jalan, mungkin sepuluh menit lagi sampai. Ada apa?” tanya Raiz, sepertinya dia me-loudspeaker panggilannya. Suaranya terdengar jauh dan agak bergemerisik. “Bisa minta tolong singgah ke minimarket? Ada yang mau aku titip.” “Iya boleh, di depan ada minimarket tuh, mau beli apa?” tanya Raiz.

