Sembilan Puluh Lima

1531 Words

Calvin memasuki kamarnya dengan jantung berdebar, dia tak mengerti apa yang salah dengan dirinya? Mungkin jika bukan guru Bella dia akan memberikan uang tutup mulut dalam jumlah besar untuk apa yang dia telah lakukan. Akan tetapi ini adalah seorang tenaga pengajar, apakah dia benar-benar melecehkannya? Mengapa pula mereka bisa tidur dalam satu kamar? Anggita yang bergelung dalam selimut itu bergerak mendengar suara langkah kaki di kamar. Tatapan Anggita dan Calvin saling bertemu. Beberapa detik mereka saling bertatapan. “Habis ini ada yang mau aku bicarakan. Sebaiknya kita bicara di ruang tengah,” ucap Calvin tegas, dia memutuskan tatapan itu dan menuju kamar mandi. Anggita hanya bergumam. Kepalanya terlalu sakit karena terlalu banyak menangis. Dia melihat tatapan Calvin yang sanga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD