Serangan Perasaan

1348 Words

Sesampainya di depan toko aksesoris, Sakra menghubunginya untuk menanyakan keberadaan wanita itu. Amanda jujur dan mengatakan pada Sakra bahwa dia sedang berada di depan toko. “Kenapa kau tidak ajak aku?” tanyanya. “Aku kira kau sibuk.” “Hmm, padahal belum ditanya, sudah buat keputusan sendiri.” “Haha, maaf. Aku hanya sebentar, tunggulah aku di rumah.” “Oke, aku akan masak makan malam hari ini. ayahmu belum pulang.” “Ayah tadi bilang kalau dia tidak pulang hari ini karena harus ke luar kota.” “Oh, begitu. Oke sip! Aku masak yang simpel saja ya?” “Boleh, aku tetap akan memakannya,” jawab Amanda tersenyum. Sakra mengakhiri panggilan tersebut kemudian beranjak ke arah dapur. Sudah lama dia tidak berhubungan dengan semua peralatan itu sejak berada di Umea. Amanda membuka pintu dan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD