BAB 1 : CERMIN DI LOTENG

312 Words
Langit sore di atas rumah kakek terlihat muram, seakan ikut merasakan kebosanan Raka yang tengah duduk di lantai berdebu. Udara di loteng tua itu berbau kayu lapuk dan lemari berkarat—tempat yang katanya penuh barang “bersejarah”, tapi bagi Raka, hanya penuh sarang laba-laba dan kardus tua. Liburan di rumah kakek seharusnya jadi kesempatan istirahat. Tapi sejak listrik padam tadi siang dan sinyal hilang entah ke mana, hiburan satu-satunya hanyalah mengeksplorasi loteng—atas saran ibunya yang berkata, “Siapa tahu kamu nemu harta karun.” Raka mengangkat kardus satu per satu, berisi majalah kuno, foto hitam putih, dan topi-topi konyol dari masa muda kakeknya. Tapi satu hal yang menarik perhatiannya adalah lemari kayu besar di sudut ruangan, tertutup kain abu-abu yang hampir sewarna debu. Dengan rasa penasaran, Raka menarik kain itu. Debu berhamburan, membuatnya batuk. Di baliknya, tampak sebuah cermin besar dengan bingkai perak tua, dihiasi ukiran bunga dan simbol aneh seperti mata dan bulatan setengah. Aneh, pikir Raka. Cerminnya tidak terlihat berjamur atau kusam. Bahkan permukaannya bersih sempurna, seolah baru dipasang semalam. Ia mendekat. Wajahnya terpantul seperti biasa—rambut hitam acak-acakan, mata lelah karena tidur terlalu larut. Tapi saat ia mengangkat tangan kanan, bayangan di cermin mengangkat tangan kiri. Raka berhenti. Jantungnya berdetak cepat. “Apaan, tuh…” bisiknya. Ia bergerak pelan, ke kiri. Bayangan bergerak ke kanan. Biasa. Tapi saat ia mengangkat tangan kiri sekarang, bayangannya tidak bergerak. Mata mereka saling menatap. Lalu... bayangan itu tersenyum. Raka mundur satu langkah, tubuhnya gemetar. Cermin itu tidak normal. Ia yakin. Dan sebelum ia bisa berpikir lebih jauh, permukaan cermin tiba-tiba bergelombang seperti air. Angin dingin bertiup dari arah kaca, menyentuh kulit wajahnya dengan lembut. Lalu, tangan bayangan itu keluar dari cermin—menarik Raka dengan cepat sebelum ia sempat berteriak. --- Layar gelap. Sunyi. Cermin di loteng kembali tenang. Dan Raka, sudah tidak ada di sana lagi.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD