Gamma masih menangis dipelukan sang kakak, meski Gamma memberontak dengan denga tenanganya Rara tetap mendekap adiknya, Rara tahu adiknya ingin dengan Mama mereka semenjak Awina jadi Mama yang aneh sebisa mungkin Rara menjadi pribadi yang yang paling dewasa. Awina dibopong keluar olah Papa mereka, Rara jadi ikut was-was dengan keadaan Mamanya yang sebenarnya Mamanya itu sedang sakit apa. “Kak, anter adeknya mandi dulu ya.” pinta Awina. “Iya Ma—yuk Gamm.” “Nggak mau mau sama Mama Kak Rara.” tolak Gamma ingin mendekat kea rah Awina. “Ya udah sama Papa aja ayo mandinya ya.” “Tapi mau sama Mama Papa!” “nanti abis mandi kesini lagi, ayo.” Kekuh Gala. Gala menggendong Gamma pada bahunya jagoannya ini sudah pintar sekali bila soal tolak-menolak. Rara mendekat kearah Mamanya yang tengah me

