Emir menemui Niko yang sedang membersihkan meja bartender. “Nik, lo tadi lihat cewek keluar dari sini gak?” tanyanya lalu duduk di kursi yang ada di depan meja bartender. “Gue gak lihat ada cewek yang keluar dari sini.” “Lo tadi buka pintu depan gak?” Niko menganggukkan kepalanya. “Gue tadi keluar sebentar.” Niko memang tinggal di salah satu kamar yang ada di bar itu. Itu atas perintah sang pemilik bar yang tak lain sahabat Emir juga. “Memangnya ada apa? jangan bilang lo semalam....” Emir menganggukkan kepalanya sebelum Niko menyelesaikan ucapannya. “Tapi gue gak ingat apa yang sebenarnya terjadi semalam. Yang gue tau, ada bercak merah di sprei ranjang gue. Mungkin jalang yang semalam tidur sama gue masih segelan.” Emir lalu menghela nafas. “Lo tau, jalang baru di club malam in

