"Gue gak bisa tinggal diam menyaksikan semua ini. Tapi, kepala gue benar-benar sangat pusing. Minuman sialan! Gue gak nyangka tubuh gue akan jadi seperti ini," gumam Emir dalam hati. Dengan tubuh yang sempoyongan, Emir melangkah menuju lorong sepi itu. Dimana saat ini Rena tengah mendesah nikmat akibat sentuhan jahil tangan pria yang kini tengah menikmati kedua asetnya yang bahkan telah terpampang jelas di depan mata pria itu. “Hai! b******k!” seru Emir hingga menghentikan gerak tangan pria itu. Shit! Pria itu lalu melepas Rena, mengalihkan tatapannya menatap ke arah Emir. “Siapa lo, hah! Kenapa mengganggu kesenangan orang lain!” serunya dengan sangat emosi karena kenikmatannya terganggu. Emir tertawa sarkas. “Kesenangan mana yang lo maksud? Kesenangan dengan memanfaatkan wanita

