Olivia menyuruh Emir untuk menunggu di taman kota. Sedangkan dirinya dan sang suami pergi ke rumah Rena. Selain itu, ia juga belum mengatakan niatnya untuk mengajak Rena jalan-jalan. “Kamu tunggu di mobil aja. Biar aku yang bicara sama Rena.” “Hem, tapi ingat. Kamu jangan bilang kalau Emir juga ikut sama kita.” Olivia menganggukkan kepalanya. Membuka pintu mobil, lalu melangkah keluar. Semoga Rena mau ikut gue jalan-jalan. Ini adalah kesempatan terakhir Rena. Bagaimanapun gue harus bisa bujuk Rena, karena gue gak ingin sampai Rena menyesal nantinya. Olivia memantapkan hatinya. Ia lalu melangkah menuju pintu rumah Rena. Mengetuknya sampai tiga kali. Tak berselang lama, pintu mulai terbuka. Memperlihatkan wanita paruh baya—yang tak lain ibunya Rena. “Siang, Tante. Rena nya ada, Tant

