Olivia saat ini tengah makan siang di restoran bersama dengan Rena. Ia sengaja meminta Rena untuk menemaninya makan siang. Tentu saja saat jam makan siang tiba. Atas izin dari Devan, Rena di perbolehkan untuk tak kembali ke kantor lagi setelah jam makan siang selesai. Tentu saja itu atas permintaan sang istri tercinta. Apapun yang Olivia minta, pasti Devan akan mengabulkannya. Asal Olivia tak memintanya untuk memindahkan gunung ke hadapannya atau mengambilkan bintang untuknya. Tentu saja, karena semua itu mustahil. “Na, lo gak apa-apa ‘kan? Kok wajah lo pucet gitu?” tanya Olivia cemas. Rena menggelengkan kepalanya, “gue gak apa-apa kok, hanya pusing sedikit.” “Mau gue anter ke dokter? Tapi bukankah kemarin lo habis periksa ke dokter ya?” “Hem, gue gak apa-apa kok. Lebih baik sekarang

