"Kenyataan yang menyakitkan, ternyata jauh lebih baik dari suatu kebohongan yang terasa indah namun berujung luka" *** Dhea menghembuskan nafas pelan, lalu menatap amplop yang kini berada ditangannya. Otaknya sibuk berpikir dan menerka-nerka kenyataan apa yang berada didalam amplop itu. Dengan ragu Dhea membuka amplop itu dan melihat beberapa kertas dan potongan koran di dalamnya, yang tanpa sadar membuat gadis itu mendengus. Ternyata bertahun-tahun tidak bertemu membuat si mantan cinta pertamanya itu semakin tidak waras. Dikira Dhea tempat sampah, sehingga dia seenaknya memberikan nya kertas dan koran. Masih untung jika Arka memberikan Dhea tumpukan koran, kan lumayan untuk dikilo. Getaran handphone Dhea yang berada disakunya, membuat gadis itu mengurungkan niatnya untuk melihat

