Dirga keluar dengan membanting pintu mobilnya ketika sudah terparkir di halaman rumah. Penampilannya terlihat begitu berantakan dengan kemeja yang sudah dikeluarkan, dasi yang longgar, dan jas yang dikeluarkan dari dibahu kanannya. Berkali-kali ia menggeram frustasi dengan menjambak rambutnya hingga berantakan. Bagaimana tidak? Jam sudah pukul menunjukkan 12 malam sedangkan ia sudah mencari Dhea seharian tetapi tidak membuahkan hasil. Rasa khawatir menjalar hingga membuat hatinya berdenyut sakit, membayangkan bagaimana keadaan gadisnya . Dengan malas ia menempati rumah yang sudah terlihat sepi dengan lampu yang dipadamkan karena memang sudah tengah malam. Ia meraih peganganpintu dan membukanya lalu melangkahkan kakinya dengan malas. Hingga langkah kakinya terhenti saat lampu tiba-tiba meny

