BRAKK BRAKK “DHEA, BANGUN!” “DHEA! UDAH SIANG, NANTI KAMU KESIANGAN” Teriakan menggelegar seantero rumah hingga rumah tetangga, tak lupa juga gedoran pada pintu kamar Dhea membuat sang pemilik kamar mengerjapkan matanya. Dhea merasa terusik dari mimpi indahnya bertemu dengan pangeran bermobil putih—maksudnya berkuda putih, akan tetapi gadis itu kembali menutup matanya dan menutup telinganya dengan bantal. Kapan lagi ia bisa bermimpi bertemu dengan pangeran tampan, jadi sayang jika dilewatkan. “DHEA! ASTAGFIRULLAH...” Sepertinya kegiatan membangunkan Dhea membuat mamanya mendapatkan pahala dan menghapus dosa karena kebanyakan beristighfar. Akan tetapi, juga membuat para tetangga perlu memeriksakan telinganya ke dokter THT karena kebanyakan mendengar teriakan super kencang mama Dhea s

