Chapter 22. (Biarkan Ku Bahagia) Walau Sejenak

1864 Words

'Kebahagiaan itu tidak datang sendiri. Akan tetapi, ada jika kita menciptakannya’   *** "Dek" "Hm" "Dek...." Panggil Regan sekali lagi saat Dhea menghiraukan nya dan hanya menanggapi ucapannya dengan bergumam. "Apa sih manggil-manggil? Berisik!" Ucap Dhea geram tanpa melirik Regan sama sekali, Ia masih sibuk memasukkan beberapa pakaian dan perlengkapan lainnya dengan telaten ke dalam ransel. "Lo yakin mau pergi? kalo gue kangen gimana?" Dhea mendengus kesal dan membalikkan badannya menatap Regan dengan malas, "Lo nggak liat gue lagi packing? kalau lo kangen, bisa nelpon atau video call  gue! cuma modal pulsa sama kuota aja lo pelit! Lagian gue cuma pergi satu hari" "Gue tuh kangen berantem sama lo, kalau gue nelpon atau video call jadinya nggak asik! yang ada pulsa sama kuota

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD