Aku mencoba menelpon nomor Mela dengan kaki yang terus berjalan menuju kelas Hero. Beberapa kali aku menelpon nomor Mela tapi tidak aktif. Aku tau Mela mungkin sedang terpuruk saat ini. Di keluarkan dari Sekolah bukan perkara mudah untuk mendapatkan Sekolah baru. Aku yakin, Mela di keluarkan, bukannya pindah. Aku merasakan keiningku yang berdenyut. Ternyata seperti ini rasanya pusing dan kesal bercampur menjadi satu. Saat aku tiba di kelas Hero, aku mendapati cowok itu tengah berbicara dengan tawa di pojok kelasnya. Bersama segerombolan teman cowoknya juga. Salah satu di antara mereka melihatku, menyenggol lengan Hero menyadarkan cowok itu untuk melihat ke datanganku. Melihatku di ambang pintu membuat Hero pergi untuk menemuiku. Dia seperti meminta ijin untuk pergi dari teman-temannya.
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


