PENGKHIANATAN

619 Words
Flashback on "Kasihan deh loh ga bisa move on" ujar Ayu sembari tertawa terbahak-bahak di hadapan Yasmin yang sedang terpaku dan meneteskan air mata. Tatapan Yasmin tajam menatap Ayu, tangan nya gemetar memegang handphone yang sedang memutar video asusila dua orang yang amat sangat dia sayangi. Video perbuatan m***m Ayu dan Rendi pacar Yasmin yang mencampakan nya kemarin. Yasmin benar benar tidak menyangka saat melihat isi video itu, Yasmin menatap nanar dua orang di dalam video yang sedang berbuat m***m. Dapat terdengar dengan jelas di telinga Yasmin suara desahan Ayu yang sedang di gagahi oleh Rendi kekasih hati nya, hati Yasmin benar benar perih dan lidah Yasmin terasa kelu tak dapat berkata kata lagi. Hanya air mata yang mewakili perasaan Yasmin saat ini. Dengan tidak tau malu nya Ayu menunjukkan video itu kehadapan Yasmin. "Aku dan Rendi benar-benar saling mencintai dan aku menyesal telah mengenalkan nya padamu dulu, harus nya sekarang kami bisa hidup bahagia bersama namun sayang nya karena memikirkan perasaan mu dia rela menikah dengan wanita lain yang sudah dijodohkan dengan nya. Kalau bukan karena mu kami sudah hidup bersama dan bahagia" ucap Ayu pongah Yasmin tersenyum dan menghapus air mata yang mengalir di pipi nya "wanita bodoh" ujar Yasmin "Apa? Kau mengataiku bodoh Yasmin?" Pekik Ayu geram karena diejek oleh mantan adik ipar nya itu, yaaahh Ayu adalah mantan kakak ipar Yasmin. Baru sekitar 2 bulan Ayu bercerai dengan Tama kakak laki laki Yasmin, sekarang Yasmin mengira bahwa perceraian mereka adalah karena perselingkuhan Ayu dan Rendi. "Jika memang Rendi benar-benar mencintaimu dia tidak akan memikirkan perasaan ku untuk menikah dengan mu, tidur berdua saja dia tidak memikirkan perasaan ku kenapa dia harus memikirkan aku sakit atau tidak jika dia menikahimu. Dia hanya memanfaatkan mu untuk nafsu sesaat nya, mana mau dia menikahi janda dua anak sepertimu" ejek Yasmin berusaha sekuat mungkin agar suara nya tak terdengar gemetar di hadapan Ayu, sudah cukup diri nya disakiti dan dia tidak mau terlihat lemah di hadapan Ayu. Ayu tertawa " Wanita sialan. Kau tau sejak dulu aku benar-benar membencimu, apa kau lupa siapa yang membantu mu agar bisa masuk ke sekolah Keperawatan dan menggapi cita-cita sok mulia mu itu Yasmin, tanpa aku dirimu tidak ada arti nya. Siapa yang membantumu dan adikmu selama ini? Siapa yang menampung hidup kakak dan adikmu selama ini? Dan kau dengan enak enak nya hidup bahagia, bekerja menjadi wanita karir, punya pasangan yang tampan dan kaya, bersenang senang. Bisa bisa nya kau bahagia diatas penderitaan ku Yasmin" amarah Ayu membuat Yasmin terkesiap, dia tidak menyangka jika Ayu selama ini memendam iri pada nya. "Apa aku tidak salah dengar kak?" Tanya Yasmin lirih. Luka di hati nya makin menjadi. Ayu yang benar benar dia anggap sebagai saudari kandung nya, yang selalu dia ingat disaat senang nya, yang selalu dia sertakan di setiap momen bahagia nya, bisa bisa nya iri dan berfikiran jelek tentang nya. "Aku benar-benar tulus menyayangi mu selama ini. Dan kau menganggap ku hanya sebagai seseorang yang kau iri" lanjut Yasmin lirih "Iya. Aku benar benar membencimu, benar-benar membenci nasib mu. Nasib mu terlalu baik dan beruntung untuk gadis seperti mu Yasmin. Gadis bodoh dan manja" caci Ayu dengan puas melihat kekecewaan di mata Yasmin. Yasmin benar-benar tidak menyangka ini semua bisa terjadi. Betapa sial nya nasib Yasmin dan keluarga nya karena dipertemukan dengan wanita licik dn bermuka dua seperti Ayu. Wanita jahat yang selama ini disayangi Yasmin dengan tulus dan sepenuh hati. "Keluarga kalian adalah keluarga pembawa sial Yasmin, keluarga kalian hanya beban bagiku dan aku benar-benar bahagia sudah bisa terlepas dari keluarga seperti kalian, aku benar-benar bersyukur" ucap Ayu puas karena sudah bisa mengeluarkan uneg-uneg nya. Dia sungguh benci pada Yasmin yang menurut nya selalu beruntung dibanding dirinya. Flashback off ****
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD