d**a Pandu benar-benar terasa sesak.
Hati nya benar-benar sakit.
Air mata menetes dari mata cokelat indah nya yang selalu membuat Yasmin jatuh cinta pada nya.
Ingin rasa nya ia mengamuk sejadi jadi nya.
Pujaan hati nya menghilang tiba tiba.
Tanpa kabar. Berhenti dari rumah sakit dan pindah dari rumah kontrakan nya.
Membuat Pandu blingsatan.
Pujaan hati nya menghilang entah kemana.
Yasmin dan Hagia menghilang tanpa seorang pun tau, nomor nya pun tak bisa dihubungi.
Bude Rina juga benar-benar kaget dan tak tau kemana dua kakak beradik itu pergi.
Yasmin sangat hebat. Sangat hebat memporak poranda kan hati nya.
Hancur.
Hancur sehancur-hancur nya.
Pandu sangat merasa kehilangan Yasmin, separuh hati nya pergi dan dia tak bisa membiarkan ini semua. Ia harus mencari Yasmin.
"Permisi dokter, maaf pasien pasien di depan semua nya komplain karena dibatalkan mendadak untuk konsultasi hari ini" ujar perawat asisten memecah lamunan Pandu
"Apa kau tuli?" Bentak Pandu
"Aku bilang aku tidak mau menerima pasien hari ini dan dua minggu ke depan" sambung Pandu dingin membuat asisten perawat terkejut dan sedikit takut karena selama ia bekerja dengan dokter spesialis jantung nya ini tidak pernah beliau marah atau pun berbicara dingin namun kali ini sang dokter benar benar dingin.
Ah lebih baik dia menghadapi komplain dari para pasien dari pada menghadapi dokter nya ini.
"Baik dok maaf kan saya, saya permisi" ujar nya takut dan segera keluar ruangan.
Pandu mengacak acak rambut nya kesal.
Dia segera beranjak melalui pintu belakang yang selalu dia gunakan untuk visite ke ruangan melihat pasien pasien nya.
Dia sedang tidak mood beramah tamah dan menghadapi pasien pasien komplain di luar sana. Dia hanya memikirkan Yasmin saat ini.
Dia harus mencari Yasmin.
Lelaki tampan yang sedang gusar itu segera menjalankan mobil nya menuju ke kampung halaman wanita yang di cintai nya.
Mungkin saja Yasmin dan Hagia pulang ke kampung halaman mereka.
Sepanjang perjalanan nya Pandu makin gusar karena Handphone nya yang tidak berhenti berdering.
Telepon dari istri nya, perawat perawat ruangan dan kedua orang tua nya saling berebut masuk ke nomor telepon lelaki itu.
Kepergian Yasmin yang tiba tiba ini ternyata bisa membuat semua orang kewalahan karena mempengaruhi lelaki tampan yang sangat berpengaruh dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit swasta tempat mereka bekerja.
Semua pasien nya menjadi terbengkalai.
Istri nya pun menjadi blingsatan karena sang suami tiba tiba saja hilang kabar karena se sibuk apapun Pandu dan se malas apapun Pandu meladeni istri nya dia akan selalu menjawab telepon dari Audy meskipun terkadang Audy harus menelepon beberapa kali.
Hari ini mereka punya janji kepada kedua orang tua Pandu akan berkunjung kerumah mereka karena ibu Pandu berulang tahun dan akan merayakan kecil kecilan bersama keluarga.
Sebegitu dahsyat nya pengaruh Yasmin di kehidupan lelaki tampan itu membuat semua nya berantakan seketika saat wanita cantik itu menghilang tiba tiba.
****
Pandu memukul-mukul stir mobil nya dengan kesal.
Ia sudah mendatangi kampung halaman gadis cantik yang benar-benar di cintai nya itu namun tidak menemukan mereka.
'Kemana mereka berdua pergi?' batin Pandu kalut
Ia benar-benar kesal dan sedih memikirkan gadis nya itu.
Otak Pandu terus berfikir kemana gerangan mereka pergi.
Ntah harus kemana lagi dia pergi mencari Yasmin dan adik nya Hagia, separuh hatinya benar benar hilang dan rapuh.
Lagi lagi air mata Pandu menetes tanpa diminta, baru kali ini dia benar benar merasa hancur dan tak tau harus apa.
Pandu menjalankan mobil nya untuk pulang kembali ke kota dengan sangat terpaksa.
Dia harus kembali dan melanjutkan semua pekerjaan nya yang terbengkalai karena semua orang sedang menunggu nya dengan gelisah.
Lelaki tampan itu menghapus sisa sisa air mata nya di pipi, lelaki itu sedikit tersenyum sinis karena terlintas di benak nya bahwa hanya Yasmin yang bisa membuat nya meneteskan air mata.
****