INAD 27

1165 Words

"Hiks, hiks." Tritan memandang adiknya iba sekaligus tak rela. Ekor matanya menatap Val yang juga memandang rumit. Sedang dilanda pemikiran yang mendalam, sama sepertinya. "Kalian, hiks, jahat..... Hiks," isak Qian penuh kesedihan. Matanya mulai terasa perih karena menangis saat dia baru saja bangun dari tidur. Dia lelah, dan kedua pria didepannya itu malah dengan egois enggan menuruti keinginan kecilnya. Tindakan mereka ini sangat jahat menurut Qian. Qian merasa kecewa, saat wajahnya menatap kedua pria itu dengan ekspresi merengut. "Hiks, uuuuu..... Sa-sakit...." Perlahan tangis Qian mulai berubah menjadi rintihan. Sontak baik Val maupun Tritan menghampirinya panik, apalagi saat Qian memegang erat perutnya dan mulai kembali menangis karena kesakitan. "Hei, berhentilah menangis.....

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD