51 ; Maaf yang Tersampaikan

1676 Words

“Kamu jadi pergi?” tanya Vigo begitu mendapati Yena yang sudah mengenakan pakaian rapi. Lengkap dengan tas selempang yang menggantung di bahu kiri. Juga sebuah kotak berwarna putih bersih yang Vigo tahu apa isinya. “Nggak apa-apa, ‘kan?” tanya Yena pelan. Merasa tidak enak karena kepergian Yena kali ini tentu sedikit mengganggu Vigo. Namun sebisa mungkin Vigo menepis beragam hal negatif yang tiba-tiba hadir. Enggan memikirkan banyak hal. Vigo tahu, Yena tidak akan meninggalkannya. “Aku pergi sebentar untuk menyelesaikan semuanya. Begitu semua selesai aku akan cepat pulang.” Vigo mengangguk. Raut keberatan itu nampak jelas. Tapi Vigo tidak mau menjadi laki-laki egois yang hanya mementingkan dirinya sendiri. Tidak mau mengekang Yena dan membuatnya tidak nyaman. Tahu betul, Yena adalah s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD