Alice mulai menangis karena gaun barunya yang dikirim Clayrine dari Paris dua minggu lalu mendadak sempit. Padahal sebelumnya, gaun itu sangat pas ditubuhnya. Tak ada tanda-tanda akan kesempitan. Pasti akibat dari berat badan gadis kecil itu yang naik. Selama berlibur bersama keluarga Winotohuang, Ia banyak sekali makan makanan manis. Makan berat juga banyak. Pokoknya semua makanan enak akan dilahapnya tanpa berpikir panjang. Sedangkan Alice berlibur selama hampir seminggu. Jadi, wajar saja jika bajunya sempit. "Suster, bagaimana gaunnya tidak muat," Lelehan bening sudah deras hingga membasahi pipinya. Suster ikut bingung menghadapi putri kecil majikannya. "Bagaimana jika menggunakan gaun yang lain saja?" Tawar Suster Winotohuang karena sudah menyerah menaikkan resleting gaun Alice. "

