Papa Bear

1107 Words

Jeffrey menarik nafasnya panjang. Kini Ia sedang berbaring di ranjang rumah sakit. Lelaki itu telah menyelesaikan berbagai macam tes kesehatan. Hasilnya baru keluar nanti sore. Jeffrey berharap bahwa sumsum tulang belakangnya nanti akan cocok. Walaupun berulang kali Naya mengatakan bahwa ada kemungkinan kecocokan sekitar tujuh puluh persen, tetap saja Ia khawatir jika hasilnya belum keluar. "Sudah, Kakak. Kau bisa kembali ke kamar inap Alice." Ucap Naya yang tiba-tiba masuk. "Sudah selesai?" Tanya Jeffrey bingung. Gadis cantik itu mengangguk. "Kau mau diapakan lagi memangnya?" Jeffrey menatap Naya kesal. "Ah, Naya," Naya menatap kakak sepupu kekasihnya itu. Wanita itu merasa akan ada sesuatu hal serius yang akan dikatakan lelaki tampan itu. "Ada apa, Kakak?" Jeffrey menatap Naya. "Teri

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD