"Sudah pasti mereka. Saham itu permainan mereka. Kalau gak begitu, gak akan untung." Juna menghela nafas. Ia masih perlu mencari video yang waktu itu biar apa? Biar bisa serang balik lah. Kalau mereka punya video itu, itu tentu sangat was-was. Sementara kan belum berhasil. Sulit sekali untuk menemukannya. Ia menutup telepon. Runa tentu tak tahu lah urusan apa. Ia memang tak pernah ingin ikut campur. "Untuk sementara, kita tinggal di Malaysia dulu, sayang. Kerjaan kamu nanti urusi saja." Runa hanya mengangguk. Ia tak mempermasalahkan urusan pekerjaannya. Itu bisa ia urus lah. Yang jadi fokus untuk sekarang ya tubuhnya lah. Kesehatan jauh lebih penting. Sebelum tidur, biasanya ia suka sekali berkaca. Ya melihat perutnya. Kan sudah kelihatan buncit. Lebih besar dari yang hamil sebulan

