“Diculik? Bagaimana bisa?” Iza mencoba untuk tak percaya dengan apa yang dikatakan mantan suaminya itu. “Kamu pasti bohong kan supaya aku segera menerima tawaranmu itu?” Menatap Azka yang menggelengkan kepala. “Kalau seperti ini caranya malah aku semakin jijik dan gak akan pernah mau menerima kamu lagi, Mas.” “Aku serius.” Iza tersentak. Kedua matanya terbuka lebar pun dengan mulutnya yang menganga. “Ka—mu pasti bohong. Puput gak mungkin hilang.” Tubuh kurus itu terguncang dan terdengar suara isak tangis. Azka ingin meraih untuk membawanya ke dalam pelukan hangat guna menenangkan, tapi kedua tangannya hanya bisa terkepal lalu menoleh pada satpam. “Tunjukkan CCTV padaku!” “Mari ikut saya, Pak.” Pak satpam jelas takut karena kelalaiannya membuat Puput hilang. Azka sudah memastikan selu

