Part 174

1625 Words

**************** Dua sosok—siluet yang terlalu kaku untuk suasana cerah itu—melangkah cepat melintasi gerbang internal. Mereka adalah Bima dan Gilang, dua anggota tim inti pengawal Abraham, selalu berjas hitam dengan aura bahaya yang tersembunyi. Langkah mereka terukur dan cepat, menyibak karpet puzzle warna-warni menuju area bermain pasir. Wajah kaku mereka tidak mengindahkan sapaan ramah Bu Novi, guru yang biasanya mereka sapa. Mereka fokus pada satu titik. Ibu Rahmi, kepala sekolah yang tenang dan berwibawa, segera menghampiri mereka. Ia merasakan kejanggalan dalam kecepatan langkah keduanya. "Maaf, Pak. Ada apa ini?" tanya Ibu Rahmi, suaranya berusaha ramah namun waspada. "Jam bermain belum usai. Kami tidak menerima pemberitahuan apa-apa." Bima, yang paling dekat dengan Aurel, tid

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD