**Bab 090: Hierarki** Di tempat lain, Gavriel duduk di pinggir sungai, tubuhnya membungkuk, wajahnya terselip di antara lutut, tangan memegangi kepala. Hatinya terasa sesak, menelan rasa cemburu yang perlahan membuncah. Ia bisa merasakan kebahagiaan dan kepuasan Anindira—tawa ringan, senyum hangat, kedekatannya dengan Halvir—dan itu membuat dadanya terasa nyeri. Hans, yang berjalan mendekat, mulai terganggu dengan desahan halus Gavriel. "Ada apa denganmu?" tanya Hans, nada suaranya mengandung kekhawatiran. Gavriel tetap diam, tak menatapnya, hanya menahan diri di balik lututnya. "Kau mengacuhkanku, Gavriel?!" Hans bertanya lagi, kali ini sedikit ketus. "Aku… aku tidak sedang kesal padamu," jawab Gavriel dengan suara pelan, malas, tapi nyaris terdengar patah. Hans menghela napas. Ia

