Dua Safir

1074 Words

**Bab 102: Dua Safir** Pria Serigala itu merespons kemarahan Halvir dengan tenang—terlalu tenang untuk situasi seperti ini. Tidak ada kepanikan, tidak ada gerak defensif berlebihan. Hanya sikap santai yang justru terasa menekan. Namun saat ia akhirnya berbalik— Baik Halvir maupun Gavriel sama-sama terdiam. Sejenak saja. “Safir…” Pekikan itu tidak keluar dari mulut mereka, hanya bergema keras di dalam benak. Aura yang terpancar dari pria Srigala di hadapan mereka tidak mungkin disalahartikan. Gavriel bereaksi paling cepat. Begitu Lila diletakkannya di tempat aman, tubuhnya langsung berubah. Otot menegang, tulang bergeser, wujud Manusia Buasnya muncul sepenuhnya. Auranya melonjak tajam, naluri tempurnya mendominasi. Halvir tetap berdiri di tempat. Namun udara di sekelilingnya berub

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD