Bayi Perempuan

1174 Words

**Bab 111: Bayi Perempuan** Gavriel tersenyum gembira, menatap Halvir dan Hans dengan mata berbinar. Mendengar bahwa pasangannya sangat subur—idaman setiap orang—dan akan menjadi kebanggaan keluarga serta desa, membuat dadanya menghangat. Sudah jadi kebiasaan para Manusia Buas mengagungkan keluarga yang memiliki anak perempuan. Dan sekarang, dua bayi perempuan sekaligus. Namun senyum itu tidak bertahan lama. Ada sesuatu yang mengganjal di balik kebanggaannya—sebuah rasa kesal yang datang tanpa diundang. Bayangan pria-pria lain yang kelak memandang Anindira, menilainya, dan berebut hak atas keturunannya, membuat rahangnya mengeras. Jarinya tanpa sadar mengepal, lalu mengendur lagi, seolah menekan sesuatu yang tak ingin ia pikirkan terlalu jauh. Hans menghela nafas panjang. Tatapannya tid

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD