**Bab 094: Pertempuran Berakhir** Pertempuran itu sejak awal sudah tidak seimbang—dua melawan puluhan. Namun darah, raung, dan dentuman tubuh yang saling bertubrukan membuktikan bahwa jumlah bukan satu-satunya penentu. Halvir dan Gavriel masih berdiri. Tanah di sekitar mereka berubah menjadi kubangan merah gelap. Bau darah, keringat, dan daging robek bercampur di udara malam yang dingin. Beberapa bangkai Hyena peringkat *Berlian tergeletak tak bergerak, tubuh-tubuh mereka terpuntir dalam posisi yang tak wajar, leher patah, d**a remuk, atau perut tercabik. Kini pertempuran menyisakan inti sebenarnya. Halvir—sendiri—berhadapan dengan para *Amethyst. Tubuhnya penuh luka. Darah mengalir dari lengan dan bahunya, membasahi tanah yang dipijak. Namun punggungnya tetap tegak. Kakinya menghun

