Gavriel Terkapar

1391 Words

**Bab 202: Gavriel Kembali Terkapar** Sementara itu, di dalam rumah. Suar telah dilepaskan. Cahaya singkatnya membelah gelap, memantul di dinding kayu dan menyisakan bayangan yang bergerak liar. Detik berikutnya, keheningan runtuh. Ketegangan memuncak—udara terasa menekan d**a, membuat nafas menjadi pendek. Sesosok pria telah berada di dalam rumah. Tampan. Wajahnya elegan, nyaris sempurna—namun dingin, tanpa jejak empati. Ia masuk tanpa izin, berdiri santai seolah lantai itu memang miliknya. Auranya dilepaskan begitu saja, menekan, mengintimidasi, membuat ruang terasa menyempit. “Hm… empat wanita di satu rumah. Aku beruntung,” ujarnya pelan, nada suaranya ringan, hampir puas. “Walau yang dua masih bayi…” Kelelawar rupawan bermata *Safir itu menyeringai saat matanya menemukan Anindira

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD