**Bab 129: Tonjolan di Perut** Mereka segera kembali ke rumah setelah membersihkan diri di sungai. Suara air yang menetes dari rambut Anindira dan Lila perlahan menghilang di udara senja yang lembut, digantikan aroma kayu dan tanah segar dari hutan sekitar. Begitu memasuki rumah, Anindira tersenyum lebar. ''Wah… rumah sudah rapi!'' ujarnya semringah, matanya berbinar saat melihat tempat tidurnya yang nyaman, siap untuk merebahkan tubuh lelahnya. Halvir duduk di samping tempat tidurnya, jemari hangatnya membelai rambut Anindira. ''Kau lelah…'' katanya lembut, suaranya menenangkan seperti hembusan angin hutan di sore hari. Hans menatap mereka sebentar, lalu meletakkan bunga di beberapa sudut ruangan, menebarkan keharuman di dalam ruangan. Sebagaimana yang diminta Anindira. ''Anindira

