Ungkapan Hati

1178 Words

**Bab 153: Ungkapan Hati** Gavriel yang sempat kebingungan dengan kelakuan Anindira, perlahan menampilkan ekspresi sendu. Sorot matanya melembut saat menatap Anindira—yang kini juga menatapnya, nafasnya masih naik turun. “Ayolah, setidaknya kau merasakan sakit,” keluh Anindira. “Gigiku saja sampai ngilu karena menggigit jarimu.” “Itu sakit, Dira,” sahut Gavriel serius. “Lalu kenapa kau diam saja seolah tidak terjadi apa-apa?!” “Karena kau yang melakukannya.” Tatapan Gavriel mengeras, lurus menembus mata Anindira. “Kau bebas melakukan apa pun padaku. Bahkan jika kau menyuruh Halvir membunuhku… aku akan menerimanya.” Tidak ada nada berlebihan di suaranya. Hanya kejujuran yang dingin dan utuh. “Dasar bodoh!” Anindira langsung menghantam d**a Gavriel dengan kepalan lembut. “Apa kau gila

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD