Depresi

1142 Words

**Bab 058: Depresi** Dengan sigap Hans segera memeriksa dan memberikan perawatan. Gavriel sibuk mempersiapkan air panas, bolak-balik naik turun dari bawah rumah, membawa wadah demi wadah untuk membersihkan tubuh Anindira. Gerakannya cepat, efisien—namun wajahnya tegang, rahangnya mengeras menahan sesuatu yang tidak bisa ia ucapkan. Halvir dan Hans bekerja bersama. Membersihkan tubuh Anindira, mengganti kain, memeriksa ulang luka-luka. Anindira pingsan dan demam kembali. Kondisinya kembali kritis—padahal baru tiga hari lalu ia bangun dari koma. “Hans,” suara Halvir rendah namun tegang, “kau bilang Dira kritis?” “Eum.” Hans mengangguk singkat, tanpa mengalihkan pandangan dari tubuh Anindira. “Tapi… matanya terbuka?” Hans berhenti sejenak, lalu menoleh. Tatapannya tajam. “Apakah it

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD