**Bab 167: Bendungan Kolaps** Sudah enam hari sejak kepergian Halvir, dan kini mereka kembali dengan amunisi yang cukup banyak. Potongan gelondongan kayu pinus dan pohon kayu putih yang diolesi getah pinus dibawa bersama mereka. Seperti yang diduga Anindira, hujan deras membuat penyadapan getah pinus menjadi sangat sulit. Karenanya, mereka menambahkan parafin—yang biasanya dipakai sebagai lilin malam—di atas perahu, menutupinya dengan kain kulit binatang agar tidak basah. ''Kak… sudah pulang?! Basah semua!'' seru Anindira sambil segera menyambut Halvir, membawa handuk untuk mengeringkannya. Halvir diam sejenak, tetapi begitu handuk selesai digunakan, ia menepuk kepala Anindira, melayangkan kecupan lembut di dahinya, lalu memeluknya dengan hangat. ''Kak… mau makan?'' tanya Anindira sam

