**Bab 161: Anindira Lebih Berpengalaman** Pagi itu, Gavriel bangun lebih awal. Dengan cekatan, ia menyiapkan segala keperluan pagi Anindira. Halvir dan Hans masih sibuk dengan tugas mereka, belum kembali. ''Kau sudah bangun. Ayo mandi! Aku sudah menyiapkannya…'' ujarnya sambil meletakkan semangkuk sup kacang hijau hangat di atas perapian. Kemudian ia mendekat, menatap Anindira dengan mata lembut yang penuh perhatian. Gavriel membantu Anindira yang kini benar-benar kesulitan bergerak. Usia kandungannya hampir delapan bulan; perutnya besar, membusung, bahkan menghalangi pandangannya saat berjalan. Duduk tegak pun sulit, punggungnya pegal dan cepat lelah. Kakinya bengkak, membuat setiap langkah terasa tidak nyaman. Bangkit dari duduk atau tidur hampir selalu memerlukan bantuan. Hati Gavri

