Denaya nyaris terjerembab ke lantai saat kakinya dipaksa berhenti di tengah larinya yang kencang. Ia urung berbelok di koridor karena mendapati seseorang di dalam jarak pandangnya. Seseorang yang ... tidak seharusnya berada di dalam tempat yang sama dengannya. Terlebih lagi, di waktu yang juga tidak tepat. “Steve Spencer?” tanyanya ragu, berusaha memastikan saat posisinya sudah lebih dekat dengan pria itu. Mengabaikan begitu saja sosok Newton Southwell yang kini juga sedang berdiri di sana. Baru saja selesai membicarakan sesuatu bersama Steve. “Oh, Denaya. Kebetulan sekali aku bertemu denganmu di sini.” Pria itu menyapanya dengan senyum kelegaan. Sementara Denaya belum terlepas dari kekagetan. “Dia sedang mencarimu,” ujar Newton Southwell memberitahu. Yang sayangnya diabaikan begitu saj

